Sasana Budaya Ganesha, tempat dimana kami disambut dalam sidang terbuka oleh Rektor ITB, Djoko Santoso, tahun 2006 silam
tempat dimana kami merasakan kebahagian orang tua ribuan insinyur insinyur terbaik bangsa
dan tempat dimana kami, Maha Gotra Ganesha 2006 mempersembahkan performa terbaik kami dalam sebuah pementasan “Jauk Manis”
Tak terasa 4 tahun lebih sudah berlalu, masih jelas teringat, kami duduk bersama di gedung EKS MKOR dan meneriakkan “Salam Siktar” dalam sebuah acara penerimaan anggota baru Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB. Hari ini sungguh tak terbayang, merupakan kesempatan terakhir kami menari dan menabuh bersama dalam tawa dan canda membahana.
Tak bisa dipungkiri mengumpulkan anak anak MGG’06 yang tengah berjuang menamatkan studi di kampus terbaik bangsa tak semudah yang dipikirkan. Di sela kesibukan menyelesaikan TA, menghadapi ujian kompre, memperbaiki nilai mata kuliah, dan segala tetek bengek urusan untuk segera keluar dari institut tekanan batin ini, kami pun menyempatkan waktu luang kami yang sangat terbatas untuk latihan. Kami pun hanya bisa latihan bersama hanya sekali dalam seminggu dan menghadapi pementasan terakhir ini, kami pun hanya sempat beradu gerak dan tabuh kurang lebih 5 kali. Apapun hasilnya dengan semangat kecintaan kami kepada unit yang telah membesarkan kami, tibalah saat dimana kami berada di backstage Dies Natalis MGG 39 yang bertajuk “Bali Kaak Kuuk”.
Terlihat dari belakang panggung, ratusan mata penonton siap tertuju kepada kami. Satu per satu dari kami pun menaiki panggung dan menempati tiap ruang kosong diantara gamelan. Dentingan suara gamelan ugal pun membuka keheningan panggung, disambut dengan riuh tepuk tangan penonton yang seakan menyemangati penampilan kami. Penari jauk manis pun seakan mengimbangi alunan nada gamelan dengan menunjukkan getaran getaran kukunya. Dikala tiba saat suara merdu suling bali memanjakan telinga penonton, tiba saat dimana sang penari berimprovisasi dalam segala macam gerakan. Tak ketinggalan gerakan “moonwalk” yang dipopulerkan oleh RIP Michael Jackson menjadi “kejutan” tersendiri, dan sontak penonton pun bertepuk tangan tak menyangka sebuah tarian klasik seperti Jauk Manis terpadu padankan dengan gerakan modern moonwalk. Suara “Aaaw!” khas yang mengiringi gerakan michael jackson pun tak terlewatkan pada saat itu. Penonton terlihat begitu terhibur dengan suguhan “Jauk Manis Moonwalk” pada malam itu.
Lega dan bahagia, begitulah perasaan kami di saat pementasan berakhir, terlihat wajah wajah sumringah pertanda kepuasan tak terkira mengakhiri penampilan terakhir kami sebagai mahasiswa ITB saat itu, tak terpikir pun oleh kami semua beban yang ada di pundak kami sebagai mahasiswa tingkat akhir di kampus. Sebagai kenangan terakhir tak lupa kami pun mengabadikan momen yang sangat berharga ini berharap suatu saat nanti kami bisa berkumpul bersama mengenang semua kebersamaan yang pernah kami lewati selama di MGG
see our videos at http://www.youtube.com/watch?v=TymkO-74Ifw and http://www.youtube.com/watch?v=GXc5Ti7elCs

