Kecak Supraba Dutha

  Kecak Dance by Balinese Cultural Unit of ITB Maha Gotra Ganesha

Kecak Dance by Balinese Cultural Unit of ITB Maha Gotra Ganesha

Kecak performance by Maha Gotra Ganesha ITB

Kecak performance by Maha Gotra Ganesha ITB

(2009@ STSI Bandung)

Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB tiada hentinya berkreasi dalam balutan pertunjukan kecak pada acara Dharma Santhi yang digelar di Gedung Pertunjukan STSI Bandung. Dengan penari berjumlah sekitar 30 orang, penampilan ini mampu memukau penonton yang hadir termasuk tamu kehormatan Pejabat-pejabat tinggi Provinsi Jawa Barat. Tarian kecak yang dibawakan sekitar 30 menit ini mengangkat cerita Supraba Dutha yang merupakan bagian dari epos Mahabrata. Diceritakanlah sang Arjuna bertapa di gunung Indrakila. Dalam pertapaanya tersebut, Dewa Indra mengutus bidadari-bidadarinya untuk menggoda tapa arjuna dengan maksud Dewa Indra ingin meminta bantuan arjuna untuk menumpas Raja Raksasa Niwatakawaca yang ingin menyerang Kahyangan. Namun, Arjuna tidak sedikitpun goyah dalam tapanya. Akhirnya, karena keteguhan tapanya, Arjuna mendapat anugrah senjata panah Pasupati dari Dewa Siwa. Setelah Arjuna berhasil dalam tapanya,datanglah Dewa Indra memohon bantuan arjuna untuk menumpas Niwatakawaca. Dengan bantuan Bidadari nan cantik jelita, Dewi Supraba, Arjuna akhirnya memenuhi permintaan Dewa Indra tersebut. Kemudian diutuslah Dewi Supraba ke kerajaan Niwatakawaca untuk mengetahui letak kesaktian Niwatakawaca dengan dalih bersedia menjadi istrinya. Niwatakawaca pun tergoda oleh rayuan Dewi Supraba dan akhirnya mengatakan bahwa rahasia di balik kesaktiannya berada di pangkal lidahnya. Tak disangka ternyata Arjuna yang diam-diam berada di tempat tersebut, mendengar semua percakapan antara Niwatakawaca dan Dewi Supraba. Niwatakawaca yang mengetahui hal tersebut menjadi berang karena merasa dikelabuhi. Kemudian terjadilah perang sengit antara Arjuna dan Niwatakawaca. Dalam perang tersebut Arjuna terjatuh karena hempasan pukulan Niwatakawaca. Dengan bangganya karena berhasil mengalahkan Arjuna, Niwatakawaca tertawa kegirangan hingga mulut terbuka lebar. Saat itu juga Arjuna mengambil kesempatan untuk memanah Niwatakawaca. Akhirnya Panah Arjuna berhasil mengenai pangkal lidah raja raksasa tersebut dan Niwatakawaca pun tersungkur padam. Demikian sedikit cerita yang diangkat pada pertunjukan kecak ini. Mudah-mudahan Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB selalu dapat menampilkan yang terbaik dalam setiap pementasan. (pd)

2 responses to this post.

  1. Posted by indri on July 8, 2009 at 1:08 am

    Wah, versi balinya Arjuna Wiwaha… hebat… salut…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: