Bali Bharata, sebuah roman epik dalam DIES NATALIES MGG XXXVIII

” Ribuan tubuh bergelimpangan darah

medan Kurusetra pun berubah merah

Tak terkecuali Bhisma, pun gugur bersandarkan ratusan panah

Terpenuhi sudah…

Sumpah Bima meminum darah dari dada Dursasana yang terbelah

Karna, putra tertua Dewi Kunti gugur sudah

Perang keluarga Bharata hanya karena Duryodana termakan serakah”


logo DIES MGG XXXVIII

logo DIES MGG XXXVIII

Sepenggal bait puisi pun tak mampu melukiskan agungnya roman epik yang diceritakan oleh Bhagawan Wiyasa.  Namun, kali ini Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB dalam DIES NATALiES XXXVIII berusaha mewujudkan keagungan kisah Mahabharata dalam balutan tema ” Bali Bharata”. Bali adalah sebuah pulau dengan segala keindahan dengan seni dan budaya unik dengan julukan The Last Paradise in the world. Bharata adalah sebuah keluarga besar wangsa Kuru yang pendarasan kisahnya ditulis oleh Ganesha. Bali Bharata menyimpan sebuah harapan putra-putri Ganesha menjadi sebuah keluarga besar Unit Kesenian Bali yang menorehkan kisahnya yang dikenang sepanjang masa.

Bali Bharata yang diketuai oleh Ngurah Aryadhita Pranata ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan oktober dan terbagi dalam 3 kegiatan besar yaitu Festival Baleganjur, Temu Alumni, dan Malam Bali Bharata. Festival Beleganjur yang diketuai oleh Ketut Hendi Gusmanta ini dilaksanakan untuk pertama kalinya dan pesertanya berasal dari wilayah jakarta dan bandung. Acara Temu Alumni ini diketuai oleh Ketut Gunarta dan rencananya dibalut dalam susana kekeluargaan yang tidak terlalu formal. Malam Bali Bharata yang diketuai oleh Sang Putu Ariesta Indra P merupakan malam puncak acara DIES NATALIES MGG XXXVIII. Berbagai penampilan akan disuguhkan seperti topeng bondres, tari satya brasta, genjek, penampilan tetabuhan dari Alumni,penampilan pemenang Festival Baleganjur, sendratari Bharata Yudha dan sebagai puncaknya dimeriahkan oleh Kolaborasi MGG dengan The Magic Fingers, I Wayan Balawan.

Semoga Maha Gotra Ganesha dapat membawa Bali Bharata menjadi sebuah kisah yang dikenang dan tak terlupakan oleh para anggota keluarga Besar Ganesha. Hal yang terpenting adalah kita sebagai putra-putri Ganesha dapat memetik sebuah pelajaran berharga dari kisah ini, salah satunya adalah sebuah keluarga bukan hancur oleh musuhnya tetapi oleh keluarga itu sendiri hanya karena serakah dan rasa iri hati. (pd)

7 responses to this post.

  1. Posted by ngurah pandu on June 12, 2009 at 7:39 pm

    yahoooooo…

    Reply

    • Posted by dethapradipta on June 12, 2009 at 10:28 pm

      pang lebih meriah daripada bali tenget
      sampe di posting ITB

      Reply

      • Posted by ngurah pandu on June 12, 2009 at 10:34 pm

        bali bharata harus belajar banyak dari pengalaman pahit Bali Tenget yang memang benar-benar tenget…hehehehehe

      • Posted by dethapradipta on June 13, 2009 at 10:09 am

        berarti sekarang Bali Bharata yang benar2 Bharata Yudha (perang)

  2. Posted by Argo on July 15, 2009 at 11:33 am

    wah mantap banget! ada Balawan! harus datang nih!! pasti keren kolaborasinya!

    Reply

  3. Posted by wayan bima on November 28, 2009 at 10:45 pm

    smoga sukses….
    smoga tahun depan diadakan lagi………………

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: