Jalan Spiritual Bali Bharata . .

Arca Ganesha di Gunung Salak“Pagi itu mentari seakan sombong akan sinarnya..

menembus kaca-kaca menyusuri tiap ruang

mencari setiap titik dalam kelopak mataku

Sayang, malam tetaplah gelap…

tak ada celah baginya lagi

Sang Candra pun tak bermandikan cahaya

untuk bisa mengusik terpejamnya mataku

yang duduk tegap di depan candi

Tatkala Tilem di Pura Gunung Salak”

Sabtu, 19 September 2009, Bogor menjadi tujuan perjalanan 7 anak-anak MGG dalam mendaki bukit spiritual di Gunung Salak. Hanya satu tujuan mereka, memohon kelancaran dan kesuksesan Dies Natalis MGG ITB XXXVIII Bali Bharata kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.

di bus...

Jumat pagi berangkatlah Alit, Gede Ananta, Ketut Hendi, Pandu, Basten, Ariadi, dan Dwipayana dari Bandung menuju terminal Bogor, Baranangsiang. Perjalanan pun kami habiskan di bus selama kurang lebih 3 jam. Hingga akhirnya tiba di bogor, kami dijemput oleh mobil “jojga tv” atas bantuan bli Yan de, temannya Alit. Tak disangka bogor dengan julukan kota hujan, menyambut kami dengan cuaca panas nan gerah. Sore hari sampailah kami di villanya Omnya Alit. Kami pun melepas lelah sambil menikmati secangkir teh ditemani kacang kulit.

Hujan pun mengiringi obrolan kami yang tak tentu arahnya. Tak disangka listrik pun mati di tengah hujan yang ditemani angin. Akhirnya, hujan pun reda beberapa jam kemudian, dan kami pun bersiap-siap untuk sembhyang menuju Pura Gunung Salak yang berada tak jauh dari kediaman kami. Diselimuti angin malam yang dingin, kami pun naik meniti tangga melewati jaba, madya mandala, dan akhirnya sampai di utamaning mandala.

sembahyang di Pura Gunung Salak pada malam hariKesunyian malam saat itu terasa membuat kekusyukan suasana di utama mandala. Kami pun mulai sembahyang bersama memohon kelancaran dan kesuksesan DIES MGG Bali Bharata. Setelah sembahyang, hujan pun turun lagi. Alhasil, kami berteduh di bale madya mandala sambil menunggu hujan reda. Hujan mulai reda dan yang terdengar hanya rintik-rintik saja. Kami langsung berjalan turun ke jaba dan mampir terlebih dahulu ke warung untuk makan malam dengan menu mie. Sambil menghabiskan makanan, kebetulan kami bertemu dengan Mbok Elly, seorang alumni MGG lulusan Planologi. Kami pun menyapanya, namun tak sempat ngobrol lama, karena Mbok Elly segera naik ke atas untuk sembhyang. Malam pun semakin larut dan obrolan pun dilanjutkan di rumah omnya Alit.

Malam hari, dunia semakin gelap, dan waktu tidur pun telah tiba. Sambil menunggu rasa kantuk, kami pun menghabiskan waktu dengan ngobrol di tempat tidur. Hingga saatnya kami tidur sekitar pukul 23.30 WIB. Tidak terasa malam cepat berlalu, dan pagi pun menjelang. Pagi-pagi enaknya minum teh sambil menghangatkan badan di panas cahaya matahari pagi. Kami pun lalu bersiap-siap untuk sembahyang di Pura Gunung Salak lagi sekaligus mohon pamit meninggalkan kota Hujan, Bogor.

MGG pray in Gunung Salak Temple

Mudah-mudahan perjalanan spiritual kami dapat memberikan peningkatan rohani bagi diri kami dan doa kami untuk kelancaran dan kesuksesan DIES NATALIES MGG XXXVIII Bali Bharata dapat terkabul. Apapun yang kita lakukan hendaknya dilakukan dengan usaha sebaik mungkin dan selanjutnya, Tuhanlah yang akan menyempurnakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: