Menghidupkan Tari dengan Wiraga, Wirama, dan Wirasa!

Kebanyakan para pemula menarikan tari bali hanya sebagai sebuah olah tubuh yang menyatu dengan irama gamelan. Bukan sebagai pengekspresikan karakter yang menyampaikan pesan kepada para penonton. Apabila hal ini disadari lebih awal, maka bukan merupakan hal yang mustahil seorang pemula dapat membawakan sebuah tarian bali dengan apik. 

Image Menghidupkan sebuah tarian memerlukan penguasaan dasar, teknik dan penjiwaan tari. Ibarat sebuah pohon, seorang penari harus memiliki akar dasar tari yang kuat. Tumbuh menerobos ke dalam tanah, serabut menyebar luas menggenggam tanah.  Dengan dasar tari yang kuat, seorang penari akan dengan mudah untuk tumbuh berkembang mempelajari berbagai jenis tarian baik itu tari klasik maupun tari kreasi. Sebagai sebuah tolak ukur, seorang pemula hendaknya mengetahui tiga kekuatan yang harus dikuasai seorang penari : Wiraga, Wirama, dan Wirasa.

Wiraga adalah kemampuan olah gerak penari yang divisualisasikan dalam bentuk agem. Agem merupakan posisi pokok/dasar tubuh dalam suatu jenis tarian yang memiliki arti tertentu. Setiap tarian memiliki agem yang berbeda-beda sesuai dengan tariannya. Misalnya saja, agem tari baris tunggal dengan kedua bahu diangkat menenggelamkan leher dan kedua lengan menyiku tajam ditambah ekspresi mata membelalak. Agem ini menggambarkan karakter seorang ksatria yang gagah berani siap maju ke medan perang.

Image

Wirama adalah kemampuan menyelaraskan tarian dengan alunan gamelan.  Seorang penari yang baik harus mendengarkan iringan gamelan sehingga gerakan tarian terlihat sebagai satu kesatuan utuh dengan irama gamelan. Misalnya saja, penari kebyar duduk melakukan pindah posisi dari agem kiri ke agem kanan kemudian seledet ke kanan lalu kipek ke kiri. Sebelum penari melakukan pindah agem, ia harus mendengarkan gamelan untuk mencari ‘angsel’ (transisi dinamika musik) yang tepat. Gerakan nyeledet dan kipek pun harus pas dengan pukulan tukang kendang sehingga gerakannya terlihat lebih mantap. Berkaitan dengan hal ini, penari harus cermat mendengarkan alunan gamelan dan dituntut untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk mencari ‘angsel’.

Image

Wirasa adalah kemampuan untuk menghayati tarian yang dimanifestasikan dalam bentuk ekspresi wajah dan pengaturan emosi diri. Hidupnya suatu tarian sangat dipengaruhi oleh penjiwaan sang penari dalam memerankan karakter yang dibawakannya. Misalnya saja, tari cendrawasih yang mengambarkan sepasang burung cendrawasih yang sedang memadu kasih. Ibarat seorang cowok yang pedekatein cewek, ada saat sang burung betina jual mahal, ada saat ia menunjukkan ketertarikannya kepada sang burung jantan.  Untuk membawakan tarian cendrawasih ini, sang penari harus berakting layaknya pasangan yang sedang kasmaran sehingga penonton dapat menangkap maksud dari tari cendrawasih ini. Untuk memudahkan menjiwai suatu tarian, seorang pemula hendaknya mengetahui latar belakang terciptanya dan karakter dari tarian tersebut. Akan lebih mudah lagi, apabila penari sudah hafal gerakan dan mampu menyelaraskan tarian dengan gamelan, secara alami penari akan dengan mudah menyelami tiap gerak yang dilakoninya.

Wiraga, wirama, dan wirasa merupakan komponen tari yang saling melingkapi satu sama lain. Mungkin diantara kita pernah menonton sebuah performance tari bali yang begitu ber’taksu’ (red : kharisma) hingga kita tak sadar mata kita seakan tak berkedip melihat aksinya. Begitu hidup! Hasil perpaduan tiga kekuatan itu. Tak mudah memang belajar tari bali, butuh usaha dan perjalanan waktu yang panjang untuk menaklukkannya. Oleh karenanya, bangkitkanlah motivasi dalam diri sebelum mulai belajar tari bali. Setelah itu mulailah perlahan-lahan menguasai wiraga dan wirama, lalu hidupkan tarianmu dengan wirasa. Selamat mencoba kawan!

Ngurah Pandu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: