Setahun Dewa Memimpin MGG!

ImageSigap, ambisius, perfeksionis, banyak bekerja sedikit bicara, merakyat dan punya determinasi yang tinggi. Ia adalah tipe pemimpin yang sangat hati-hati. Segala keputusan penting yang menyangkut MGG, haruslah berada di tangannya. Seakan menemukan sebuah keluarga baru, begitulah kesan pertama yang ia rasakan sejak bergabung menjadi anggota MGG. Berawal dari rasa nyaman, ia pun memilih jalan hidupnya menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap hidup mati organisasi kesenian yang berdiri sejak tahun 1971 ini. Ia adalah Dewa Made Dwi Parmana, Ketua Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB periode 2011/2012.

Tak terasa, berlalu sudah setahun kepengurusan Dewa memimpin armadanya meneruskan masa-masa kejayaan MGG.  Hal yang paling berkesan baginya adalah saat dimana ia berjuang bersama panitia Dies Natalis XLI MGG ‘Bali Kreasi’ mengelilingi kota jakarta untuk menyebarkan undangan FTB/FB ke sanggar-sanggar tari bali sekaligus mencari sponsor ke perusahaan-perusahaan yang potensial. Sebulan menjelang dies,  tiap weekend ia rela menghabiskan waktunya bertolak dari satu tempat ke tempat lain menaklukkan jalanan kota metropolitan.

Tak sia-sia tetes keringat dan pengorbanan yang ia curahkan mendampingi Ian Maheswara, sang ketua dies mengeksekusi 4 event besar sekaligus, Pelatihan Tari dan Tabuh Bali (PTTB), Festival Tari Bali (FTB), Festival Baleganjur (FB) dan Malam Pagelaran Dies Natalis XLI ‘Bali Kreasi’.  Merupakan sebuah prestasi yang tak ternilai baginya, peserta FTB XVII mencapai 284 orang dan merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah dilaksanakannya FTB. Terlebih lagi, pada malam pagelaran yang dilaksanakan di panggung terbuka Dago Tea House, ia mampu mendatangkan para pendiri MGG, Menteri ESDM Jero Wacik, Prof. I Dewa Gede Raka, dan Mantan Rektor ITB, Prof. Wiranto Arismunandar. Lebih dari puas rasanya, di akhir kepengurusan, kerja kerasnya terbayarkan. Namun, ada satu keinginan ambisius yang tak dapat ia lakukan selama masa kepemimpinannya yaitu Dewa ingin mendatangkan semua mantan ketua MGG saat diesnya.

Dewa menyadari setahun merupakan waktu yang singkat untuk memimpin sebuah organisasi yang telah mempunyai nama besar di kampus ITB. “Saya tahu saya belum mampu menyentuh semua anggota MGG untuk berkegiatan di organisasi yang bernapaskan kesenian bali ini.”, tukasnya. Untuk itu, Dewa menaruh harapan besar kepada ketua MGG selanjutnya agar mampu merangkul semua anggota MGG dalam satu wadah berasaskan kekeluargaan.  Dewa berharap penerusnya kelak adalah orang yang bisa bersikap tegas, sigap, inisiatif tinggi, kerja keras, persuasif, terjun langsung ke lapangan, dan mengutamakan kepentingan MGG di atas kepentingan organisasi lain. Ia berpesan bahwasanya seorang ketua MGG haruslah orang yang fokus 100% memimpin MGG dengan penuh totalitas. Baginya merupakan sebuah hal mendasar, seorang ketua harus mampu membuat para anggota dan alumni bangga menjadi bagian dari Maha Gotra Ganesha. Siapapun nanti yang terpilih menjadi ketua MGG, Dewa memberikan tantangan untuk mengadakan pelatihan tari pendet massal dengan 300 orang peserta dan sponsorship yang didapatkan lebih besar dibandingkan dies sebelumnya.

Menanggapi adanya dua calon ketua MGG yang bersaing yaitu Made Dedi Ariantina dan I Gusti Agung Gde Bima Yuda, Dewa memberikan sedikit penilaian kepada mereka. Dedi adalah orang yang mampu memberdayakan stafnya, mau turun langsung ke lapangan, sigap, namun kurang inisiatif. Ia berpesan kepada Dedi untuk belajar berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan lebih ekspresif serta jangan mudah disetir orang lain. Di sisi lain, Bima adalah orang yang fokus dengan pekerjaan di divisinya, peduli dengan anggota yang lain, namun belum  bisa merangkul anggota. Ia berpesan kepada Bima untuk meningkatkan keberanian berbicara di depan  umum dan  menghilangkan kesan diri study oriented. Di penghujung wawancara yang penulis lakukan dengan mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini,  Dewa memberikan semangat kepada kedua calon, “Selamat berjuang bung menjadi the chosen one!”

 

Ngurah Pandu

One response to this post.

  1. Posted by ketut on November 19, 2012 at 9:17 am

    ada yang kurang sih sebenernya, tapi udah bagus kok😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: